WEBINAR IMA Chapter Makassar Berikan Rekomendasi Bisnis Era New Normal

Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Makassar kembali melaksanakan IMA Bisnis Forum dalam bentuk WEBINAR bertajuk *Redefine Marketing Strategy In New Normal Era* pada hari Sabtu, 20 Juni 2020. menghadirkan Tommy Amarja S, (General Secretary IMA Chapter Makassar) & DR. Andi Nur B. Massepe (VP of SME-IMA Chapter Makassar) sebagai Moderator, Pembicara Aris Dwi Tjahjanto, EVP Telkom KTI Divre VII (Presiden IMA Chapter Makassar), Anggiat Sinaga (Ketua PHRI Sulsel/SENAT IMA Chapter Makassar ), Faisal Syam ( Direktur FAJAR Group/ Direktur Tourism IMA Chapter Makassar ), N. Ikawidjaja (Akademisi/ SENAT IMA Chapter Makassar) serta dibuka oleh Bapak Hariyadi Kaimuddin (CEO KALLA Automotif/VP International Relation IMA Pusat)

Dalam Pembukaan event Webinar ini Bpk Hariyadi Kaimuddin menyampaikan bahwa kondisi Bisnis di Indonesia Khususnya ditengah wabah covid19 ini menjadi tantangan Marketers untuk bisa menyesuaikan dengan kondisi saat ini, juga mengapresiasi IMA Makassar bisa melaksanakan kegiatan ini, karena para anggota IMA bisa belajar dari pakar-pakar MARKETING yang ada di Sulsel. selain itu dari IMA Chapter Makassar yang diwakili oleh VP Organisasi, Taufik Haris Rachmat juga memberikan perkenalan tentang Profil IMA beserta Mengajak para peserta untuk join menjadi Member IMA

Pembicara pertama Aris Dwi Tjahjanto, EVP Telkom KTI Divre VII (Presiden IMA Chapter Makassar), memberikan sharing tentang kondisi Bisnis Telkom di saat Pandemi, berdasarkan hasil survei di beberapa Telkom yang ada di dunia dibuktikan berdasarkan communication service 77% mengatakan bahwa telkom mengalami penurunan, ada yang mengatakan 27% itu penurunannya antara 0 – 10% dan ada 36% dari yang direspon pada saat survei mengatakan mengalami penurunan 10 – 20% serta ada yang mengatakan 14% turunnya lebih dari 20% dan ini tergantung berapa lama covid-19 terjadi. Khusus di AREA KTI terjadi pertumbuhan pelanggan sekitar 30% untuk produk Indihome, efek dari “Stay at home”.

Pembicara Anggiat Sinaga (Ketua PHRI Sulsel/SENAT IMA Chapter Makassar ) sharing tentang strategi perhotelah pada kondisi saat ini dimana pada awal mula covid-19 di Kota Makassar pada bulan maret, Hotel Claro saat itu langsung melakukan sebuah inovasi dengan membuat paket isolasi mandiri yang dikemas dengan rapid test, konsultasi dokter serta bermitra dengan rumah sakit. Kemudian membuat paket delivery untuk keluarga yaitu makanan yang bersifat family atau keluarga dan menciptakan paket frozen. Anggiat Sinaga juga mengusulkan bahwa perlunya kolaborasi bisnis dari semua sektor terutama adanya stimulus ekonomi dari pemerintah

Pembicara Faisal Syam ( Direktur FAJAR Group/ Direktur Tourism IMA Chapter Makassar ) sharing dengan tema “Industri HEHEHE”. Fajar Group menganggap bahwa pada saat corona/covid-19 datang adalah karunia karena ada hal yang bisa dikembangkan, dan terbukti sekarang telah dikembangkan iklan digital serta dikembangkan kantor digital, selain kantor berita fajar News Network FNN sebagai perusahaan induk dari Fajar.co.id juga memiliki kantor berita di Jakarta yang bernama Fajar Indonesia Network sebagai kantor perwakilan di Jakarta.

Lanjut Faisal Syam mengatakan bahwa sekarang definisi tentang era kenormalan telah berubah, dimana sebenarnya pada saat ini kita dihadapkan oleh sebuah kondisi dimana kita terpaksa untuk memasuki industri digital. Yang dimaksud Industri HEHEHE yaitu Industri yang lahir dari kolaborasi dan industri yang membuat orang semua tersenyum, dimana pada slogan makassar “Kuallena tallangana to alia” yang artinya saya memilih tenggelam daripada kembali, itu semestinya telah berubah bahwa sekarang kita harus berlari bersama-sama dan gembira sama-sama.

Pembicara N. Ikawidjaja (Akademisi/ SENAT IMA Chapter Makassar) sharing dengan Judul Mengelolah Dalam Resiko, Definisi Ulang Strategi Pemasaran Paska Covid 19, dalam materinya disebutkan adanya trilema bisnis, yakni resiko ekonomi, resiko covid19, dan resiko kebijakan. Oleh karena itu harus ada mitigasi hubungan terbalik (Trade off), apa yang dilakukan dan sebaiknya dilakukan. Dalam materinya yang harus dilakukan seperti mengatasi pengangguran, ketidaksetaraan, dan mandatory protokoler kesehatan. Dan yang seharusnya dilakukan Buka pembatasan bisnis, Peduli “tidaktersentuh”: unit RT,usaha. Kluster padatkarya, pinjaman kebaikan. Peduli “sektorusahaefek berganda”: stimulus kebijakanakselerasievent, efisiensi(tanpapungutann). Adapun sistem yang juga perlu dilakukan yakni startegi dan simultan.

Di akhir sesi moderator menyimpulkan dan bisa menjadi rekomendasi yang penting buat semua sector bisnis dan Pemerintah yakni Perbanyak Kolaborasi (Kolaborasi or Kolaps), Telkom sebagai leading sector Telekomunikasi menjadi sarana vital sebagai connectivity (Digital or Tertinggal), lebih menghidupkan Gotong Royong dan pemerintah memberikan kebijakan yang lebih pasti buat para pengusaha,

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Pengurus IMA Chapter Makassar, Maros dan Gowa, Member IMA, beberapa Pengurus IMA dari chapter yang ada di Indonesia, serta pelaku UKM yang ada di Makassar. Event ini juga didukung oleh : PT. Telkom Indonesia, PHRI, Harian Fajar, Fajar Online, Makassar Terkini

Released by: General Secretary IMA Chapter Makassar

Leave A Reply

  • EightyEight@Kasablanka, 8th Floor Jl. Casablanca Raya Kav. 88 Jakarta 12870, Indonesia.
  • +62-21-5790 2338
  • admin@ima.or.id