+62 21 5790 2338 sekretariat@ima.or.id

Artikel

note : click picture to download

ima.or.id – Jakarta – Indonesia Marketing Assosiation (IMA) ingin mendorong kalangan generasi muda untuk menjadi entrepreneur.

IMA juga turut  mendorong keseimbangan antara strategi offline dengan strategi digital online itu bisa tumbuh di kalangan  dunia usaha di Indonesia, termasuk UKM.

“Tentu banyak sekali yang perlu mereka ketahui tentang bagaimana mendistribusikan barang dan jasa mereka secara offline dan online. Ini kita dorong, baik melalui seminar, membantu pemerintah daerah, bekerjasama dengan dinas perdagangan dan kita sebagai pembinanya,” kata Presiden IMA,  De Yong Adrian, Sabtu (3/2/2018).

IMA mencoba untuk melakukan koneksi dengan dinas-dinas di daerah yang berhubungan dengan tourism, berhubungan dengan perdagangan, yang salah satunya adalah distribusi, yang tadinya hanya dikenal mereka melalui cara offline juga bisa dikenal melalui digital online.

Dikatakannya, di era pasar terbuka ASEAN dan globalisasi kan tidak semua usahawan siap untuk menerima dampak daripada pasar terbuka ASEAN dan globalisasi.

Kemudian yang kedua tidak semua orang juga siap menghadapi vuca (volatility, uncertainly, complexity, ambiguity) dan disruption.

“Sehingga kita harapkan dengan kita lebih banyak emmpunyai chapter di daerah, kita akan membantu pemerintah daerah dan masyarakat sekitar untuk menghadapi dampak daripada vuca dan disruption ini lebih dini,” katanya.

Terkait dengan permaslaahn tourism, karena pemerintah sudah menetapkan beberapa destinasi yang menjadi torism unggulann Indonesia, maka dalam hal ini IMA secara aktif membantu pemerintah daerah bagaimana meng-create pariwisata yang menarik, yang membuat orang merasakan satu pengalaman emotional, dan mereka tidak datang hanya sekali.

“Ketika mereka pulang, mereka akan menceritakan ke negaranya bahwa Indonesia itu punya tempat yang tidak kalah dengan negara lain,” katanya.

Vice Secretary General Getta Leonardo Arisanto juga mengatakan, melalui kolaborasi para UKM yang diinisiasi IMA tersebut, perekonomian Indonesia akan secara otomatis terbantu dengan terbukanya peluang usaha yang lebih besar.

“Mengenai koneksi antar-UKM kan luasan kita sangat luas. Misalnya, perajut di Jakarta ingin mencari mutiara, mereka tidak perlu terbang ke Lombok, bisa lewat IMA. Ke depannya, kita ingin mengembangkan ini sehingga ekonomi kreatif bisa lebih berdaya guna dengan baik. Jadi, menciptakan lapangan kerja juga,” kata Getta.

Sumber : tribunnews.com

ima.or.id – Jakarta – PEKANBARU (RIAUPOS.CO)-Indonesia Marketing Association (IMA) Expo 2018 yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional IMA Chapter Pekanbaru akhirnya resmi digelar, Jumat (2/2) di lantai dasar Mal Pekanbaru.

Pembukaan yang dihadiri langsung Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal Usman serta dihadiri langsung oleh Founder Markplus Indonesia Hermawan Kartajaya, Presiden IMA Pusat De Yong Adrian, Executive Vice Presiden IMA Chapter Pekanbaru Peng Suyoto, Presiden IMA Chapter Pekanbaru Irvandi Gustari, Ketua Rakernas IMA Chapter Pekanbaru Harry Panjaitan, Executive Director IMA Chapter Pekanbaru Tania dan seluruh presiden IMA Chapter se-Indonesia.

Founder Markplus Indonesia Hermawan Kartajaya mengatakan, IMA Expo yang pertama kali digelar ini sudah terbilang sangat baik dan memang patut untuk dicontoh oleh IMA Chapter yang ada di seluruh Indonesia.

“Ini memang harus dilaksanakan terus, sesuai dengan visi dan misi IMA Chapter yang diharapkan dapat membatu para pengusaha UMKM lokal yang ada di setiap daerah,” terangnya.

Nantinya, dalam acara IMA Gost to Campus yang diselenggarakan 3 Februari di gedung Dang Merdu Bank Riau Kepri, pihaknya juga akan mengajak para mahasiswa untuk lebih kreatif dalam hal marketing, sehingga produk apapun yang mereka ciptakan dapat terjual.

Hermawan mengharapkan dengan adanya, IMA Expo 2018 ini para pelaku UMKM di Riau dapat memanfaatkan kegiatan ini semaksimal mungkin. Apalagi ada beberapa stan UMKM dari luar daerah yang turut ambil bagian dalam kegiatan IMA Expo.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau Fahmizal Usman menambahkan, sektor pariwisata Riau yang di tahun 2017 lalu telah mampu menarik sebesar 101 juta wisatawan manca negara dan 26 juta wisatawan domestik, sudah pasti dapat menjadi ladang pemasaran untuk para pelaku usaha UMKM lokal yang ada di Riau.

“Kita sepenuhnya mendukung diselenggarakannya IMA Chapter Pekanbaru ini, apalagi saat ini Riau sendiri juga tengah mengupayakan sektor pariwisata Riau menjadi salah satu penyumbang devisa di Indonesia,” katanya.

Selain kelapa sawit kata Fahmi, sektor pemasaran untuk para pelaku usaha UMKM yang telah ada juga dibenahi, agar dapat terus melaju memasarkan hasil produk mereka yang juga berdampak pada pariwisata Riau.(cr2/wws)

sumber : riaupos.co

ima.or.id – Indonesia Marketing Association (IMA), asosiasi pemasaran terbesar di Indonesia menjalin kerja sama dengan 20 pemerintah daerah (pemda) untuk mengembangkan potensi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan juga pariwisata di Tanah Air.

Presiden IMA, DE Yong Adrian mengatakan, kerja sama tersebut terkait dengan pembinaan kepada pelaku UMKM di beberapa daerah. Selain itu, juga pengembangan sejumlah potensi pariwisata di beberapa daerah di Indonesia.

“Target kita melakukan pembinaan UMKM di 32 kabupaten atau kota, dari jumlah tersebut sekitar 20 pemda sudah kita gandeng untuk pengembangan UMKM dan pariwisata,” katanya saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Sebagai informasi, 20 pemda yang telah digandeng IMA diantaranya berasal dari Kulon Progo, Pelembang, Pekanbaru, Yogyakarta, dan Bali. Pembinaan UMKM tersebut diharapkan dapat memberi multiplier efek terhadap perekonomian daerah masing-masing.

“Kami membantu kinerja mereka dalam mengelola UMKM yang profesional, sehingga diharapkan bisa naik kelas, ini juga dukungan kami terhadap upaya pemerintah dalam mendorong potensi pariwisata,” jelas dia.

Adrian menambahkan, untuk satu daerah terdapat sekitar 20 pelaku UMKM yang akan diberikan pembinaan oleh IMA. Saat ini IMA memiliki 900 anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dalam pembinaan tersebut, sejumlah anggota IMA akan memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM.

“Anggota IMA di antaranya para usahawan muda, pembinaan ini berupa penyebaran pendidikan, anggota kami ada yang dari Mayora ataupun Viva Cosmetic,” tuturnya.

Pelatihan UMKM dan pariwisata di 32 daerah di Indonesia tersebut merupakan bagian dari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perdana IMA yang akan diselenggarakan pada 2-4 Februari 2018 di Pekanbaru, Riau.

Sumber : ekbis.sindonews.com

Lounge di Bandara Sultan Syarif Kasim II

ima.or.id – Presiden Indonesia Marketing Assosiation (IMA) De Yong Adrian mengatakan bahwa di samping mengimplementasikan visi dan misi serta core value yang dimiliki oleh IMA, yang meliputi 4 pilar yaitu Profesionalitas, GovernmentEducation, dan Entrepreneurship, IMA juga ingin menggalakkan pilar entrepereneurship pada generasi muda Indonesia. Hal itu guna membentengi generasi muda Indonesia untuk menghadapi fenomena vuca (volatility, uncertainly, complexity, ambiguity) dan disruption.

Untuk itu, De Yong mengatakan bahwa IMA mendorong generasi muda Indonesia untuk menjadi entrepreneur. “Kemudian menghadapi era disruption, tentunya IMA dalam hal ini mendorong keseimbangan antara strategi offline dengan strategi digital online itu bisa tumbuh di kalangan masyarakat dunia usaha di Indonesia, termasuk kalangan UKM. Tentu banyak sekali yang perlu mereka ketahui tentang bagaimana mendistribusikan barang dan jasa mereka secara offline dan online,” kata De Yong beberapa waktu lalu di Jakarta.

Adapun cara yang digunakan IMA untuk mendorong pertumbuhan kewirausahaan di Indonesia yaitu melalui seminar, membantu pemerintah daerah, bekerja sama dengan dinas perdagangan, dan melakukan pembinaan.

“Kami mencoba untuk melakukan koneksi dengan dinas-dinas di daerah yang berhubungan dengan tourism, berhubungan dengan perdagangan, dan UMKM, yang salah satunya adalah distribusi. Yang tadinya hanya dikenal mereka melalui cara offline, juga bisa dikenal melalui digital online. Terus kita (IMA) sekarang ini ada di 23 daerah. Kami berharap di tahun 2018 dan 2019, kira-kira sekitar 60 daerah sudah bisa terbentuk chapter-chapter IMA di daerah, yang tujuannya adalah penyebaran dari 4 pilar tadi,” papar De Yong.

Karena menurut De Yong, di era pasar terbuka ASEAN dan globalisasi ini, tidak semua usahawan siap untuk menerima dampak daripada pasar terbuka ASEAN dan globalisasi tersebut. “Tidak semua orang juga siap menghadapi vuca dan disruption sehingga kita harapkan dengan kita lebih banyak mempunyai chapter di daerah, kita akan membantu pemerintah daerah dan masyarakat sekitar untuk menghadapi dampak daripada vuca dan disruption ini lebih dini sehingga mereka pun bisa menjadi wirausaha yang bisa beradaptasi dengan perubahan zaman yang dihadapi. Kita ingin dari adanya pasar terbuka ini justru memberikan dampak positif bagi ekonomi kita,” harapnya.

De Yong juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya untuk memperkenalkan IMA kepada masyarakat. Salah satu upaya yang akan dilakukan IMA yaitu dengan meluncurkan website IMA dan juga media sosial. “Kita harapkan dari media sosial yang begitu lengkap, masyarkat bisa mengenal IMA dan mengetahui manfaatnya dari IMA,” ungkap De Yong.

sumber : www.wartaekonomi.co.id

ima.or.id – Indonesia Marketing Assosiation (IMA) akan menggelar rapat kerja nasional (rakernas) pada Jumat (2/2/2018) hingga Minggu (4/2/2018) di Pekanbaru, Riau. Presiden IMA De Yong Adrian menyampaikan bahwa dalam rakernas tersebut IMA akan memantapkan program dalam membantu pemerintah mempercepat pertumbuhan dan kemajuan sektor UMKM dan pariwisata.

Adapun kegiatan dalam rakernas tersebut di antaranya pertama, mendorong pariwisata Riau untuk bisa mendapatkan pertumbuhan yang cepat. Karena menurut De Yong, banyak sekali destinasi pariwisata yang masih bisa dieksplor. Salah satunya adalah candi dan berbagai tempat wisata menarik lainnya yang terdapat di kabupaten Riau.

Kedua, yaitu melakukan kegiatan fashion show Nusantara, yang bertujuan mengenalkan pakaian daerah Indonesia kepada generasi muda. “Sehingga ini bisa menjadi event menarik bagi pariwisata di Pekanbaru,” kata De Yong beberapa waktu lalu di Jakarta.

Di samping itu, tambahnya, juga karena pemerintah sudah menetapkan beberapa destinasi yang menjadi tourism unggulan Indonesia. Maka dari itu, dalam hal ini IMA secara aktif membantu pemerintah daerah untuk menciptakan pariwisata yang menarik, yang membuat orang merasakan satu pengalaman emosional, dan akan kembali datang di kemudian hari.

“Ketika mereka pulang, mereka akan menceritakan ke negaranya bahwa Indonesia itu punya tempat yang tidak kalah dengan negara lain. Dengan harga yang terjangkau, dengan transportasi tersedia, dengan sarana pendukung, kita ingin mendorong itu. Khususnya kita manfaatkan kerja sama dengan ASIAN Marketing Federation sehingga mereka pun bisa menyebarkan informasi di negaranya masing-masing,” ujar De Yong.

Ketiga, yaitu lomba tari Nusantara dan musik akustik, yang diharapkan bisa membantu generasi muda untuk tidak melupakan musik daerah yang bisa saja tergilas dengan pertumbuhan musik modern yang sangat masif. “Selain itu, juga ada Expo untuk UMKM di seluruh Indonesia. Kita ingin IMA ini menjadi media yang menjembatani antar-UKM di seluruh Indonesia. Karena kita ketahui bahwa produk UKM dan jasa itu kecil-kecil, tetapi kalau disinergikan akan menjadi besar,” jelas De Yong.

Melalui kegiatan tersebut, De Yong berharap IMA dengan digital online, dapat mengkoneksikan para UKM untuk bisa mengembangkan usahanya seperti mendapatkan konsumen dari luar Indonesia. “Kalau mereka tidak mampu, mereka bisa bersinergi dengan UKM lain. Kemudia,n akan membuka peluang baru bagi UKM di masing-masing daerah. Kita ingin juga menumbuhkan daya kreativitas di luar yang mereka geluti, kemudian berkolaborasi sehingga mereka bisa mendapatkan keuntungan dengan efisiensi cost dari berkolaborasi,” harapnya.

Vice Secretary General Getta Leonardo Arisanto juga mengatakan, melalui kolaborasi para UKM yang diinisiasi IMA tersebut, perekonomian Indonesia akan secara otomatis terbantu dengan terbukanya peluang usaha yang lebih besar.

“Mengenai koneksi antar-UKM kan luasan kita sangat luas. Misalnya, perajut di Jakarta ingin mencari mutiara, mereka tidak perlu terbang ke Lombok, bisa lewat IMA. Ke depannya, kita ingin mengembangkan ini sehingga ekonomi kreatif bisa lebih berdaya guna dengan baik. Jadi, menciptakan lapangan kerja juga,” kata Getta.

Dalam rakernas tersebut juga akan dipaparkan program kerja secara nasional yang merupakan grand designkebijakan IMA oleh kesekretariatan. Kemudian, dari setiap chapter IMA akan memberikan paparan mengenai program unggulan di masing-masing daerah. Namun IMA lebih menitik beratkan pada bidang UKM dan pariwisata, seperti memberikan paparan mengenai kepariwisataan di daerahnya masing-masing. Dengan demikian, peran IMA diharapkan akan bisa menyokong kegiatan utama tersebut dan bisa berkolaborasi dengan pemerintah setempat.

“Salah satu yang membuat negara itu maju di samping negara selalu update dengan kemajuan teknologi terkini, yaitu juga mereka menjaga budayanya,” tutup De Yong.

sumber : www.wartaekonomi.co.id

Teknologi Disrupsi telah menghasilkan suatu situasi persaingan yang berubah total.

Istilah yang lagi populer pada saat ini adalah VUCA, yaitu Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity.

Ini memang merupakan gambaran jelas dari kebingungan sebuah korporasi dalam memenangkan persaingan.

Yang harus diingat pada siatuasi seperti ini adalah pentingnya ‘Strategic Leadership’ supaya sebuah Korporasi tetap mempunyai arah yang jelas.

Kalau di buku “Marketing 3.0 : From Product to Customer to Human Spirit” saya dan Philip Kotler dan Iwan Setiawan menulis bahwa customer harus dibuat WOW, maka sekarang tidak cukup lagi.

Marketing sudah bergerak menuju era 4.0 , dari WOW to NOW !

Customer Path pun sudah berubah dari 4 A ke 5 A.

Awareness, Attitude, Act dan Act Again sudah tidak cukup lagi.

Dan berubah jadi Awareness, Appeal, Ask, Act dan Advocacy.

Dengan demikian ukuran loyalitas pun berubah dari “Act Again” menjadi “ Advocacy”

Hanya dengan menerapkan hal tersebut maka sebuah Korporasi bisa bertahan dan menang di Era VUCA.

Nah dalam situasi seperti itulah, Organisasi Profesional Pemasaran IMA yang saya dirikan pada tahun 1996 ini melakukan Rakernas nya di Pekanbaru.

Karena itulah pada tanggal 2-4 Februari 2018 ini, kita semua harus mempertegas Arah Organisasi kita melalui suatu Straregic Leadership yang kuat.

Marilah kita memanfaatkan berkumpul tiga hari di Pekanbaru ini bukan hanya untuk ber networking tapi untuk mempertajam positioning IMA baik di tingkat Nasional, Internasional maupun Lokal.

Dengan menngerakkan Empat Pilar IMA : Professional, Entrepreneur, Government and Academician untuk melakukan Professionalisation, Internationalisation dan Localisation maka IMA akan berjaya.

Akhirnya saya ingin mengucapkan banyak terima kasih pada tuan rumah IMA Pekanbaru di bawah pimpinan DR. Irvandi Gustari.

Chapter yang relatif baru ini telah benar benar menunjukkan keseriusannya dalam mensukseskan Rakernas ini.

Melanjutkan tradisi Munas tersukses di Manado enam bulan yang lalu, mudah-mudahan Pekanbaru dapat menginspirasi Chapters lain yang akan meng-host event berikutnya.

Saya percaya dengan bertemu secara off-line tiap enam bulan maka IMA akan bertambah solid kedepan !

From WOW to NOW !

Pekanbaru, 2 Februari 2018.

Hermawan Kartajaya

Honorary Founding Chairman


Scroll to Top