Makassar, 3 November 2026 – Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Makassar menyelenggarakan Makassar Tourism Outlook 2026 sebagai forum strategis untuk membahas arah pengembangan dan penguatan daya saing pariwisata Kota Makassar. Mengangkat potensi Makassar sebagai gerbang pariwisata Indonesia Timur, forum ini mempertemukan unsur pemerintah, asosiasi, dan pelaku industri untuk membahas peluang, tantangan, serta proyeksi sektor pariwisata menuju 2027.
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom MaxOne Hotel Makassar ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan dari sektor pariwisata dan industri terkait. Forum dibuka oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dengan menghadirkan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, dan President IMA Chapter Makassar sekaligus Ketua DPD Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Sulawesi Selatan dan Barat, Ricky Theodores, sebagai pembicara utama.
Dalam forum tersebut, Ricky Theodores menyampaikan bahwa Makassar memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai kota transit, tetapi juga sebagai destinasi wisata dengan beragam daya tarik, mulai dari kuliner, maritim, sejarah, budaya, olahraga, hingga Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
Menurutnya, penguatan posisi Makassar sebagai gerbang pariwisata Indonesia Timur perlu didukung oleh strategi pengembangan destinasi yang terintegrasi, peningkatan kualitas layanan, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Membahas Lima Agenda Strategis Pariwisata Makassar
Makassar Tourism Outlook 2026 mengangkat lima agenda utama yang menjadi landasan diskusi, yaitu kondisi industri pariwisata tahun 2026, tantangan pengembangan destinasi, peluang pertumbuhan, proyeksi pariwisata 2027, serta agenda kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Pada aspek kondisi industri, pembahasan mencakup perkembangan sektor pariwisata Indonesia, Sulawesi Selatan, dan Kota Makassar, termasuk tren kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, tingkat okupansi hotel, aktivitas MICE, konektivitas penerbangan, serta perkembangan industri perjalanan.
Sementara itu, sejumlah tantangan yang menjadi perhatian meliputi perlambatan ekonomi, daya beli masyarakat, perubahan perilaku wisatawan yang semakin mengandalkan layanan digital, serta persaingan antarkota destinasi.
Selain faktor tersebut, pengembangan pariwisata Makassar juga memerlukan perhatian terhadap konektivitas transportasi, aksesibilitas bagi pejalan kaki, kebersihan, keamanan, kualitas pelayanan, dan konsistensi city branding.
Dari sisi peluang, Makassar memiliki potensi untuk memperkuat berbagai segmen pariwisata, khususnya wisata kuliner, maritim, heritage, sport tourism, dan MICE. Pemanfaatan teknologi digital, pemasaran berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta pertumbuhan perjalanan domestik juga menjadi bagian dari strategi pengembangan yang dibahas dalam forum.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Meningkatkan Daya Saing Destinasi
Diskusi panel dalam kegiatan ini dipandu oleh Dr. Novita Kumala Sari Sutopo, dengan menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar A. Hendra Hakamuddin, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan Anggiat Sinaga, serta Public Policy & Government Relations Manager Traveloka Mohammad Rinaldi.
Para narasumber membahas berbagai perspektif mengenai pengembangan industri pariwisata, termasuk kesiapan destinasi, peluang investasi, tren pasar, dan pentingnya sinergi antara pemerintah dengan sektor swasta.
IMA Chapter Makassar menekankan bahwa pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi yang berkesinambungan antara pemerintah, asosiasi, pelaku usaha, pengelola destinasi, hotel, pusat perbelanjaan, maskapai penerbangan, platform perjalanan, komunitas, dan UMKM.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi, memperluas peluang ekonomi lokal, serta meningkatkan daya tarik Makassar sebagai destinasi unggulan di kawasan Indonesia Timur.
Data Pariwisata dan Ekonomi Digital sebagai Landasan Pengembangan
Berdasarkan data yang dihimpun IMA Chapter Makassar, kunjungan wisatawan nusantara ke Kota Makassar menunjukkan tren peningkatan, dari sekitar 4,41 juta kunjungan pada 2023 menjadi 5,52 juta pada 2024. Dinas Pariwisata Kota Makassar juga memproyeksikan jumlah kunjungan tersebut mencapai sekitar 6,19 juta pada 2025.
Dari sisi ekonomi daerah, sektor akomodasi dan makan minum pada 2025 tercatat memiliki nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sekitar Rp5,75 triliun atau berkontribusi sebesar 2,20 persen terhadap PDRB Kota Makassar.
Sementara itu, perkembangan ekonomi digital turut membuka peluang bagi peningkatan pengalaman wisatawan dan aktivitas ekonomi. Data Bank Indonesia hingga Triwulan II 2026 mencatat jumlah pengguna QRIS di Sulawesi Selatan mencapai 1,48 juta, dengan 1,46 juta merchant dan nominal transaksi sebesar Rp7,64 triliun.
Perkembangan tersebut menunjukkan semakin pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung transaksi, memperluas pemasaran destinasi, serta meningkatkan kemudahan layanan bagi wisatawan.
Melalui berbagai indikator tersebut, Makassar Tourism Outlook 2026 juga membahas proyeksi pariwisata 2027, termasuk potensi segmen pasar, peluang investasi, risiko yang perlu diantisipasi, serta penetapan target pertumbuhan yang realistis.
Makassar Great Sale 2026: Menghubungkan Pariwisata dan Perdagangan
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Makassar Tourism Outlook 2026 turut dirangkaikan dengan peresmian program Makassar Great Sale 2026, sebuah inisiatif untuk memperkuat sinergi antara sektor pariwisata, perdagangan, pusat perbelanjaan, perhotelan, kuliner, dan UMKM.
Program yang berlangsung pada 6 November hingga 8 Desember 2026 ini melibatkan enam pusat perbelanjaan anggota APPBI, yaitu Mall Panakkukang, Trans Studio Mall Makassar, Mal Ratu Indah, Nipah Park, Panakkukang Square, dan Phinisi Point.
Makassar Great Sale 2026 menargetkan trafik gabungan sekitar 148.000 pengunjung per hari dengan proyeksi omzet mencapai Rp55 miliar selama periode penyelenggaraan.
Melalui program ini, diharapkan terjadi peningkatan aktivitas ekonomi kota melalui keterlibatan pusat perbelanjaan, pelaku usaha, dan UMKM. Selain mendorong kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas promosi produk lokal dan memperkuat daya tarik Makassar sebagai destinasi wisata belanja.
Mendorong Masa Depan Pariwisata Makassar yang Berkelanjutan
Penyelenggaraan Makassar Tourism Outlook 2026 menjadi salah satu wujud kontribusi IMA Chapter Makassar dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui perspektif pemasaran, kolaborasi, dan penguatan daya saing daerah.
Sejalan dengan semangat IMA, Marketing for a Better Indonesia, forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat ditindaklanjuti bersama oleh seluruh pemangku kepentingan.
Melalui sinergi antara pemerintah, asosiasi, dunia usaha, dan masyarakat, Makassar diharapkan dapat terus memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan sekaligus gerbang pariwisata Indonesia Timur, dengan ekosistem pariwisata yang kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan.
